DPPKP Kabupaten Purworejo
Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 PDF Print E-mail
Berita
Written by Administrator   
Thursday, 22 December 2016 08:43

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, 22-25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.

Kongres tersebut dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra yang kemudian terbentuklah Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19, seperti : Kartini, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Agenda utama Kongres I Perempuan Indonesia adalah persatuan perempuan nusantara, peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, hingga pernikahan usia dini bagi perempuan.

Kongres II Perempuan Indonesia digelar Juli 1935. Dalam konggres itu dibentuk Badan Pemberantasan Buta Huruf (BPBH) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem Rembang.

Pada Kongres III Perempuan Indonesia tahun 1938, secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno dan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Upacara peringatan ke-88 Hari Ibu tahun 2016 dengan tema “Kesetaraan perempuan dan laki-kaki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan” juga dilaksanakan oleh segenap pegawai DPPKP di halaman kantor.

Lihat foto selanjutnya di sini

Kembali ke beranda

 
Pengendalian Tikus Kec. Purwodadi PDF Print E-mail
Berita
Written by Administrator   
Friday, 16 December 2016 20:56

Beberapa anggota TNI Koramil 14 Purwodadi bersama petani Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi, melakukan gropyokan untuk pengendalian hama tikus yang dapat menggangu dan mengakibatkan penurunan produksi. Dalam pengendalian tikus ini, warga memanfaatkan  tabung gas elipiji 3 kg sebagai  pembakar belerang, untuk melakukan pengasapan di setiap lubang yang diduga menjadi sarang tikus, agar mati atau pergi dari areal persawahan itu.

Menurut Kustaman, salah seorang petani pada Jumat (16/12/2016) bahwa "Selesai masa tanam (kemarin) padi sawah diserang keong, kini setelah berusia 20 hari lebih, ada serangan tikus dan merusak tanaman padi yang masih muda ini".

Gropyokan tikus ini dilakukan, karena intensitas serangannya sudah termasuk kategori berat dan melampaui ambang batas ekonomi, sehingga membuat tanaman padi rusak, menguning bahkan mati. "Saat ini baru dilakukan khusus untuk areal persawahan yang dikelola oleh kelompok tani bersama koramil 14 Purworejo dan gropyokan tikus masal ini masih akan berlanjut secara serentak hingga satu desa besuk pada hari minggu, karena serangan hama tikus tidak hanya merusakkan tanaman padi, tapi yang lebih utama akan menurunkan hasil produksi panen, jika serangan tikus itu tidak segera teratasi. "Hasil panen dipastikan akan turun lebih 30 persen, jika dibiarkan, meskipun serangan hama memang semua sudah takdir dari tuhan, namun petani juga harus berupaya untuk melakukan pembasmian," tambahnya.

 

Danramil 14 Purwodadi, Kapten AH Nasution, bersama petugas Wibi Kecamatan Purwodadi, Nursilaturahmi yang ikut langsung dalam kegiatan gropyokan tikus, mengaku terapresiasi dan mendukung setiap langkah positif untuk swadaya pertanian yang ditempuh oleh para petani.

Cara gropyokan tikus ini cukup efisien, setidaknya bisa mengurangi banyak keberadaan tikus yang dinilai meresahkan petani. Pengendalian tikus dengan memanfaatkan predator ular atau Burung Hantu, masih bisa dilakukan, tetapi kedua binatang tersebut sudah langka dan tak sebanding lagi dengan jumlah populasi tikus yang ada," jelasnya.

Pihaknya mengaku akan terus mengawal dan membantu para petani dalam hal pertanian, agar hasil/produksinya menjadi baik dan bisa mencapai swasembada sebagaimana yang direncanakan pemerintah, yaitu tercukupinya kebutuhan pangan secara nasional.

Melalui pengendalian hama tikus ini diharapkan dapat menekan populasi tikus pada masa tanam mendatang dengan asumsi terbunuhnya 2 ekor tikus akan menghilangkan 2000 ekor tikus dalam kurun waktu satu tahun ke depan dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8 – 12 ekor setiap bulan dan umur reproduksi tikus sangat singkat, tikus siap kawin setelah berusia 35 hari dengan masa bunting 21 hari dan akan kawin lagi 2 hari setelah beranak, karena populasi tikus sangat cepat sekali berkembang, maka diharapkan petani/kelompok tani kompak melakukan pengendalian hama tikus secara berkala/rutin dan berkelanjutan.

Sumber : Diedit dari http://www.sorotpurworejo.com/

Kembali ke beranda

Last Updated on Sunday, 18 December 2016 13:28
 
Antusiasme Anggota KTNA Kecamatan Bener PDF Print E-mail
Kirim Berita
Written by Hapsari Wara Prabandari   
Wednesday, 14 December 2016 14:33

Rabu Pon, 14 Desember 2016 pertemuan rutin Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bener yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamtan Bener. Pertemuan dipimpin oleh Bp Sam Rofiq, SPKP selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bener dan Bp Achmad Ngasim selaku pengurus KTNA Kecamatan Bener. Anggota KTNA yang hadir 50 orang dari 90 lebih kelompok tani (poktan) di Kecamatan Bener.

Materi yang disampaikan, pertama mengenai Hama/Penyakit Tanaman Padi yang disampaikan oleh Pengamat Hama DPPKP Kabupaten Purworejo  (Bp. Kokok Wahyudi). Pada Musim penghujan ini banyak tanaman padi yang masih muda, diserang oleh tikus dan Keong Emas, sehubungan dengan itu telah disiapkan pestisida/bahan kimiawi Storm untuk pengendalian tikus dan Sibutox untuk Keong Emas.

Materi kedua disampaikan oleh Bp. Martanto anggota kelompok Tani Harapan Makmur dari Desa Ngasinan Kecamatan Bener. Pak Martanto adalah pengusaha Keripik Pisang dengan nama niaga/pasaran “Bangkit”.  Beliau menawarkan kerjasama dengan poktan yang lain dalam hal penyediaan bahan baku pisang raja nangka. Selama ini beliau bekerjasama dengan anggota Poktan Harapan Makmur, tetapi karena area pasar semakin luas, maka membutuhkan bahan baku yang semakin banyak pula. Pemasaran Keripik Pisang Bangkit ini sudah mencapai luar kota, yaitu : Magelang, Yogyakarta, Kebumen, Tegal, Semarang, Purwakarta dan Jakarta. Pak Martanto siap menampung hasil panen Pisang Raja Nangka dari petani dan Poktan di Kecamatan Bener. Anggota KTNA Kecamatan Bener menanggapi dengan antusias. Semoga usaha Pak Martanto ini semakin sukses, Aamiin.

Setelah laporan keuangan KTNA, acara diakhiri dengan pembagian bahan kimia untuk pengendalian tikus dan keong emas.

Kiriman (diedit) : Hapsari Wara Prabandari PPL Kec. Bener

Kembali ke beranda

 

Last Updated on Sunday, 18 December 2016 12:55
 
Studi Banding Gula Kristal (Kelapa) PDF Print E-mail
Bidang Sarpras & Pascapanen
Written by Administrator   
Tuesday, 13 May 2014 00:00
Selasa, 13 Mei 2014 sekitar 70 orang petani Kabupaten Purworejo melaksanakan studi banding ke Banyumas didampingi oleh Bpk. Sukusnanto, SP (Sekretaris Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan) beserta pegawai dari Bidang Sarana Prasarana dan Penanganan Pascapanen.

Foto selanjutnya, klik di sini...


Kembali ke beranda

Last Updated on Friday, 16 December 2016 13:46
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 42
 

Cari di sini

Konsultasi Alsintan

Login/Daftar di sini



Tamu saat ini :

We have 202 guests online

twitter@dppkp

Tweet oleh @dppkp_pwrj

Follow @dppkp_pwrj